Jumat, 11 Januari 2008

Rokok dan Danareksa

Mungkin para perokok tidak sadar bahwa merokok itu adalah kebiasaan
yang harus dibayar mahal. Mengapa? Karena merokok itu dapat menyebabkan kecanduan. Begitu Anda kecanduan rokok, kalau tidak merokok, rasanya beda. Oleh karena itu Anda akan terus-menerus mengkonsumsi rokok. Asumsi saja dalam sehari, perokok mengkomsumsi 1 kotak rokok yang harganya Rp. 8.000,-. Dalam satu bulan, uang yang
dikeluarkan untuk membeli rokok adalah 30 dikali Rp. 8.000, yaitu Rp. 240.000,-. Dalam setahun, perokok akan menghabiskan uang sebesar Rp. 2.880.000,- untuk kebiasaannya.

Selain dari sisi uang, perokok juga harus membayar mahal dalam hal kesehatannya. Pemerintah sudah memberikan peringatan, dan peringatan ini sudah dicantumkan di setiap iklan rokok, bahkan dalam rokoknya itu sendiri. "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin." Hasil penelitian telah menunjukan bahwa merokok dapat menyebabkan banyak penyakit yang berbahaya. Pada saat perokok jatuh sakit karena kebiasaannya, mereka harus membayar jutaan untuk berobat.

Sekarang bayangkan apabila perokok bisa menghentikan kebiasaan merokoknya. Artinya perokok tidak perlu mengeluarkan Rp. 240.000,- setiap bulannya untuk membayar rokok. Uang yang dihemat ini dapat diinvestasikan ke reksa dana. Kita asumsikan tingkat kembalian reksa dana 20% per tahun. Apabila umur perokok sekarang adalah 30 tahun
dan ingin pensiun pada umur 55 tahun. Dengan menginvestasikan secara rutin Rp. 240.000,- per bulan selama 25 tahun, maka orang tersebut akan mendapatkan hasil sebesar Rp. 2.036.468,810-. Hasilnya sebesar DUA MILYAR!!! Luar Biasa!!!

Apabila memiliki kebiasaan merokok, manakah yang Anda pilih?
1. Hari tua yang sakit-sakitan dan tidak memiliki uang.
2. Hari tua yang sehat dan memiliki uang 2 Milyar untuk biaya pensiun.


Apabila memilih yang nomor 2, jangan ragu lagi.
Berhentilah merokok sekarang juga dan investasikan uang yang biasanya Anda gunakan untuk membeli rokok.


Tidak ada komentar: