Jumat, 30 Januari 2009

Lowongan PT Dow Chemical Indonesia


PT Dow Chemical Indonesia
Advertised: 20-1-09 | Closing Date: 18-2-09

Dow is a diversified chemical company committed to applying science and technology to achieve breakthroughs in some of the most important issues facing humankind today, including sustainable water supplies, adequate food supplies, decent housing, and personal health and safety. Our people work with customers around the globe to develop a broad range of innovative products and services that are helping to provide everything from fresh water, food and pharmaceuticals to paints, packaging and personal care products.

Dow is an equal employment opportunity employer.

Operation Technician
(Banten - Merak - Cilegon)

Responsibilities:

    • Follows OD principles and procedures to ensure safe and efficient operation
    • Operates and field checks process equipment. Monitor process conditions, equipment and control systems.
    • Performs tasks as per Master Task List field checks, equipment preparation, etc.
    • Ensures activities and process performance are aligned with Plant and business goals.
    • Uses trouble shooting skills to resolve process related deviations and problems.
    • As required, initiates and participates in Root Cause Investigations.
    • Performs crisis response activities assigned by Crisis Response Leader.
    • Uses process knowledge and skills to make improvements in plant performance and OD
    • Monitors, collects and inputs plant metrics for SPC, asset utilization, conversion costs, production yields and identify opportunities for plant optimization.
    • Utilizes SPC tools to optimize plant operation and provide feedback on is effectiveness

Requirements:

    • Candidate must possess D3 / POLYTECHNIC degree in chemistry/chemical engineering with min GPA/IPK at 3.00 ( IPK ga nyampe 3.00 juga apply aja gapapa )
    • Able to communicate in English
    • Fresh graduates are welcomed to apply
    • Full-Time positions available.
    • Willing to work in Merak/Cilegon area
    • Good analytical and communication skills
    • Applicants should be Indonesian citizens or hold relevant residence status.

For registered JobStreet.com users, to apply online or via sms
JSA(spasi)APPLY(spasi)EJVDJT
Send to 9333

" Only short-listed candidates will be invited via e-mail/phone for Test and Interview "
PT Dow Chemical Indonesia
Wisma GKBI, fl.20 Jl. Jenderal Sudirman Jakarta 11.

Jalanan di Kota Industri rusak parah


Kawasan industri ternyata tidak menjamin infrastrukturnya baik. Fakta ini dapat dilihat di kawasan industri Bojonegara Serang Barat dimana kondisi jalan rusak parah, termasuk di daerah Kerenceng, Cigading dan Anyer.

Jalan rusak terlihat di Bojonegara, wilayah Serang yang lokasinya dekat dengan Cilegon. Meskipun bahan jalan dari beton, namun sudah banyak yang berlubang Dan sangat membahayakan pengguna jalan. Tak heran jika sepanjang jalan yang berbatasan dengan Kota Cilegon ini banyak sekali papan berukuran kecil yang bertuliskan awas hati-hati jalan berlubang. Kondisi paling parah terlihat di Desa Margagiri, Kecamatan Puloampel.
Persis di tikungan jalan desa tersebut, kondisi jalan sudah berlubang Dan penuh dengan genangan air. Perlu diketahui, jalan ini merupakan daerah yang padat dilewati kendaraan truk besar dari sejumlah perusahaan.
Kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama. Kendati demikian, belum Ada perbaikan secara menyeluruh. Padahal, jalan ini merupakan akses utama masyarakat menuju ke perkotaan.

“Pernah Ada perbaikan tapi sebentar kemudian sudah rusak lagi. Maklum, kualitas jalan dengan volume kendaraan yang melintas tidak seimbang,” katanya. Masyarakat sudah sering mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. “Mengeluh hanyalah mengeluh, tapi keputusan tetap Ada di pemerintah,”

Begitu juga dengan jalan yang masuk ke Wilayah Cilegon, lubang seperti kubangan kerbau ada dimana-mana, dan sangat membahayakan pengendara terutama sepeda motor. Mutu jalan lingkar selatan yang dimulai dari lampu merah PCI juga sangat jauh dari kualitas jalan kelas kota Industri. Baru dibikin sudah berlubang dimana-mana, aspal terlihat mengelupas terbawa air hujan. Bagaimana ya cara kerja penanggung jawab proyek ini?

Wassalam
Anak-Cilegon

Senin, 05 Januari 2009

Strategic Market Management: Universitas Tirtayasa Bante

Karl von Clausewitz, Bapak Filosofi, Strategi dan Taktik Perang Modern
dunia barat dalam kertas kerja legendarisnya Vom Kriege (On War) menulis:

"Where absolute superiority is not attainable, you must produce a
relative one at the decisive point by making skillful use of what you
have."

XXX

Tulisan ini saya dedikasikan sebagai bentuk cinta saya kepada Banten,
daerah dimana saya menghabiskan seluruh masa kanak-kanak sampai
remaja, beserta cerita lugu (lutju tur guemesi) kisah-kasih cinta
monyetnya, yang akhirnya terhempas karena harus hijrah kuliah ke kota
Pendidikan Yogyakarta…



Pernyataan Karl von Clausewitz terasa begitu sangat relevan jika
dikontekstualisasik

an pada Universitas Tirtayasa (Untirta) Banten.
Untirta, universitas kebanggaan Banten ini masih berusia "seumur
jagung" saat harus berkompetisi dengan universitas negeri seniornya
seperti UI, ITB, IPB dan Unpad yang telah punya nama besar termasuk
harus berkompetisi dengan universitas swasta lainya model Universitas
Trisakti dan Swiss German University.

Sementara tanah "perdikan" Banten adalah "tambang emas" dimana
industri-industri raksasa multinasional berpijak disana. Jika di
Yogyakarta setiap RT (Rumput Tetangga, hi…, hi…ups sorry salah ketik:
Rukun bukan Rumput) memiliki Universitas, maka di Banten setiap RT
memiliki Perusahaan dan Industri Multinasional.

Jika di Yogya, misalkan orang ambil segenggam batu, lalu serabutan
dengan ngawur tentu saja melemparkan batu tersebut pada kumpulan orang
lewat, maka yakinlah salah satu dari batu itu akan mengenai kepala
seorang Doktor. Maka jika kumpulan batu itu dilemparkan ngawur ke
kumpulan orang Banten, maka percayalah salah satu diantaranya akan
mengenai kepala ekspatriat, ha…, ha… :)

Jadi, Banten adalah tanah "perdikan" yang kaya raya industri
multinasional tempat yang subur untuk membuat Untirta berpijak kokoh
menancapkan kuku-kuku eksistensi budaya akademiknya.

Tapi bagaimana caranya? Bukankah pada saat bersamaan para "seniornya"
(baca: congruent atau competitor?) model ITB, UI, IPB, Unpad sudah
menacapkan kuku-2 eksistensi akademiknya juga di Banten? Dari mana
Untirta harus memulai?

Karl von Clausewitz memberi lentera pasti untuk merumuskan strategi
kompetisi. Untirta harus menghasilkan sesuatu yang berbeda dari
congruent-nya. Bahasanya David Aaker dalam „Strategic Market
Management" adalah mem-fokuskan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk
memproduksi produk yang relatif berbeda sehingga tidak dimiliki oleh
congruent atau competitor-nya. Ini satu-satubya cara yang membuat

Unitirta eksis menjadi tuan tanah di tanah perdikan Banten.

Kekuatan Unitirta adalah dekat dengan industri. Untirta berdiri tidak
terlepas dari tradisi lingkage industri, dimana institusi pendiri
Untirta adalah PT Krakatau Steel. Jadi, tajamkan saja roh lingkage
industri tadi. Transformasikan spirit lingkage indsutri tsb ke dalam
sistem belajar mengajar model sekolah vokasi.

Buat Untirta seperti Fachhochschule-2 di Jerman. Sistem kuliahnya yang
padat, compag dan terstruktur. Klo perlu model kuliahnya terjadwal
ketat seperti SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). „Tidak perlu" belajar
teori terlalu banyak. Biarlah penguasaan teori dikuasai oleh alumni-2
UI atau ITB yang B. Inggris-nya lebih cas-cis-cus sehingga gampang aja
mereka menelan buku-2 literatur „boso londo". Mahasiswa Untirta cukup
pake basa „Wong Kite bae geh". Yang penting materi kuliahnya didesain
seperti diktat-2 praktikum.

Yang penting para dosennya dibantu jalin kerja sama agar bisa magang
di industri 1 atau 2 tahun. Lalu setelah magang suruh buat diktat
kuliah, model diktat praktikum. Yang penting dibuat kurikulumnya 60%
Kuliah Klasikal Teori dan 40% Praktikum. Dan Praktikum ini diajar oleh
para instruktur dari Industri. Bukan dosen yang ngajar Praktikum tapi
instruktur dari perusahaan-2 di Banten sehingga mahasiswa Untirta
benar-2 menjadi mahasiswa praktisi murni.

Saya pikir setiap industri punya program Community Development
Program. Kelemahan banyak masyarakat Indonesia itu inginnya dibantu
uang. Padahal bantuan uang itu banyak yang tidak efektif. Bantuan uang
itu banyak yang menguap karena dikorup oleh para pejabat. Selain itu
bantuan uang lebih sulit diperoleh dari pada bantuan non-financial.
Jadi, mulai lah focus untuk mengoptimalkan mendapatkan bantuan-2 non
financial tapi punya nilai jauh lebih berharga dari pada uang.

Kerja sama antara Untirta dengan Industri di Banten itu sebentulnya
mudah sekali direalisasikan. Sekali lagi yang terpenting jangan
bernafsu untuk minta bantuan uang dari perusahaan. Tapi buat kerja
sama non-finansial, misalkan:

1. Dosen Untirta secara bergilir bisa magang di perusahaan. Buat
konsep misalkan 3-1-1/2 untuk seluruh Dosen Untirta yaitu 3 Tahun
untuk Ngajar, 1 Tahun untuk Magang di perusahaan dan 1/2 Tahun untuk
buat diktat kuliah dan studi kasus.
2. Buat kerja sama agar setiap perusahaan minimal 1 atau 2 orang
karyawan terbaiknya menjadi instruktur untuk memberikan praktikum bagi
mahasiswa Untirta. Secara teknis mudah, jarak Untirta dengan Industri
paling cuma dengan jarak tempuh 30-60 menit saja.
3. Syukur-2 jika Untirta bisa buat kerja sama bantuan equipment dan
bantuan teknis lainnya dari perusahaan.

Model kerja sama Industri seperti ini sangat jamak dilakukan oleh
Fachhochschule-2 di Jerman. Hasilnya? Jangan kaget Fachhochschule-2
yang nota bene lebih menitikberatkan pada skill dan vokasi punya
reputasi tidak kalah prestisenya dengan Universitas.

Jangan kaget misalkan FH Furtwangen menurut majalah prestisius
Computerwoche untuk kualitas Akademik bidang Ilmu Komputer masuk dalam
5 besar terbaik di Jerman sejajar dengan nama-2 besar World Class
University model: Technische Univerität München, TU Darmstadt, atau
Universität München.

Padahal FH Furtwangen itu „cuma" fokus pada magang. Seluruh dosennya
pasti pernah berpengalaman jadi praktisi di industri. Tentu saja FH
Furtwangen relatif sedikit menghasilkan publikasi-publikasi penelitian
dalam jurnal ilmiah terakreditasi di bandingkan TU München misalkan.
Tapi skill alumnus FH Furtwangen salah satu yang terbaik di Jerman.
Majalah „Computerwoche" menghormati reputasi akademik FH Furtwangen
dengan judul begitu provokatif: „FH Furtwangen: Wir sind zum Erfolg
verdammt!"
http://www.computerwoche.de/job_karriere/hp_young_professional/559417/

(Terjemahan Preman ngawurya: „FH Furtwangen: Kurang ajar kita benar-2
sukses!)

Jadi, fokuskan saja Untirta pada kerjasama Industri. Jadikan magang,
praktikum dan pengajaran dengan melibatkan instruktur indsutri sebagai
nafas kehidupan akademik Untirta. Meskipun Untirta mungkin relatif
tidak banyak menghasilkan publikasi-2 ilmiah dalam jurnal
terakreditasi tapi alumninya berani berdiri tegak dihadapan alumni-2
ITB, UI, IPB, Unpad atau bahkan alumni dari perguruan tinggi top
lainnya yang jauh dari Banten model UGM, Undip, ITS, dsb.

Mereka boleh saja punya nama besar, tapi jika anda memasuki pasar
kerja industri Banten maka kami (Untirta) lah yang menjadi „tuan
tanah"-nya, paling tidak itu harus menjadi keyakinan para alumni Untirta.

Saatnya Untirta menyalip di tikungan….

Salam hangat,

dari Tepian Lembah Sungai Isar

Ferizal Ramli
Unternehmensberater/Corporate Consultant
Cirquent GmbH a company of NTT Data and BMW Group
81929 München

http://ferizalramli.wordpress.com/

Selasa, 23 Desember 2008

Bisnis yang bersahabat dengan Alam

Setelah Closing Date tanggal 18 December, kegiatan penjualan asuransi dan segala aktifitasnya mulai dikendurkan, karena tubuh ini memerlukan relaksasi setelah melakukan aktifitas yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Target penjualan sudah tercapai, dan memenuhi prasyarat untuk jenjang berikutnya adalah sesuatu yang menyenangkan. Nah, selama relaksasi ini jadi punya waktu untuk kembali melihat Alas di Waringin Kurung. Sekedar ngobrol dengan pengurusnya dan memikirkan rencana yang tepat untuk masa depan kebun. Tiga tahun belakangan ini musim di seputar Cilegon dan Serang kurang bersahabat dengan pohon Durian, sehingga bunga yang bersemi rontok diguyur hujan dan diterbangkan sang angin, harapan panen Durian batal dan saat musim Durian tiba terpaksa memanen yang ada dipinggir jalan PCI saja. Aku jadi berpikir untuk merubah isi kebun dan menggantikan pohon-pohon Duren dan Melinjo dengan pohon Kayu yang lebih menguntungkan sebagai cadangan sumber dana "Masa depan".

Kebetulan juga ada saudara yang memiliki lahan alas perkebunan Melinjo sedang memikirkan hal yang sama, kegiatannya sebagai pemborong civil yang sering berhubungan dengan kayu rupanya menghantarkan ide untuk berkebun tanaman kayu karena harganya yang semakin mahal. Dengan sedikit lahan yang kami miliki, disepakati untuk merencanakan ditanami pohon Sengon. Karena dari sisi ekonomi, dan waktu panen yang lebih singkat kelihatannya Sengon cukup menjanjikan, mumpung lagi musim hujan, rencana ini harus cepat-cepat dilaksanakan.

Perhitungan ekonominya? dasar formulanya kira-kira seperti ini:

1. 1 hektare lahan kita menanam sebanyak 3.000 sengon dengan ukuran 50 cm s/d 1 meter

2. Harga per bibit sengon Rp 700 s/d Rp. 1500 per pohon.

3. Upah tanam Rp.500 s/d Rp. 1000/pohon

4. Pupuk dasar kotoran ayam harga per karung Rp 5.000 isi 30 kg. Satu lubang butuh 0.5Kg.

Masa Panen

1. Selama 7 tahun schedule panen adalah 3 kali; 2 kali penjarangan dan 1 kali panen besar.

2. Harga kayu sengon saat ini Rp 800.000/M3. (tergantung diameter pohon)

3. Sementara hasil panen bersih per hektare dengan asumsi hanya 75%

4.Kontribusi ke Pengurus Kebun 10% dari hasil panen.

5. Berbisnis dan bersahabat dengan alam, milik Allah, sebagai ungkapan syukur, 2,5% untuk zakat.

Ternyata berbisnis yang bersahabat dengan alam cukup menjanjikan bukan?

@MIR
http://anak-cilegon.blogspot.com

Kamis, 04 Desember 2008

Change Your Attitude, Will Increase Your Income

Hai saya Ruby Herman saya ingin share tentang apa yang dikatakan oleh mentor saya yaitu kalau sukses punya tiga komponen, yaitu Kemampuan (kebisaan, pendidikan, kompetensi), Usaha (kerja keras, daya tahan), dan attitude. Jika salah satunya negatif, hasil akhirnya juga akan negatif. Bila demikian, percuma saja sekolah tinggi, kerja keras, dan network. Kalau attitude kita atas segala hal dalam hidup dan karier bisa dirangkaikan, itulah karakter. Tidak perlu terlalu berpikir panjang soal karakter. Jaga saja attitude kita sekarang, setiap saat, dan seterusnya.

Dalam hidup ini ada hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan ada juga yang tidak, salah satu yang bisa kita kendalikan yaitu Attitude.

Yang ingin saya share yaitu bagaimana cara kita merubah attitude kita menjadi lebih baik atau positif demikian yang saya bisa share yaitu :

  1. Bersyukur pada Tuhan bagaimanapun keadaan saudara, dengan bersyukur berarti kita mengakui kelebihan kelebihan yang ada dalam diri kita You are what you think you are and you will become what you think you will become. dengan melihat kelebihan dalam diri kita kita bisa membantu kekurangan orang lain. Semua Agama mengajarkan kebaikan.
  2. Punya mental memberi bantuan kepada yang membutuhkan serta mau membantu orang lain yang kesulitan. Contohnya ada orang tua yang ingin menyebrang, kita bisa membantunya.
  3. Bekerja keras dan bekerja dengan Tulus, ketika kita bekerja dengan baik maka secara tidak langsung kita akan di sukai oleh rekan-rekan, atasan dan bawahan, kita menjadi pribadi yang menarik bagi sekeliling lingkungan kita.
  4. Jujur serta memiliki integritas. Gak gampang menjalani kehidupan dengan kejujuran, tapi berusahalah semaksimal mungkin. Apabila kita melakukan sesuatu mencerminkan siapa diri kita sebenarnya, jadi hati-hatilah dalam melangkah.
  5. Bertanggung jawab, apa yang bisa kamu lakukan hari ini jangan tunda , lakukan lah sekarang.
  6. Menjadi emosi kita, emosi boleh saja, asal pada tempatnya, jangan cepat terpancing oleh isu-isu yang tidak benar. Karena banyak orang sekarang ini suka sekali mengadu domba, membuat politik yang menjatuhkan seseorang.
  7. Berpikir Positif dalam keadaan apapun.Before action think several times. Usahakan keep positive
  8. Mau mengalah untuk menang, sikap kita yang mau mengalah membuat kita dinilai berhati besar.

Kendalikan apa yang bisa kita kendalikan,maka hidup kita bisa menjadi lebih baik.

Ruby Herman

Menarilah Dan Menyanyilah Sesuka Hatimu..

Saya punya saudara yang memililiki bisnis cukup bagus, dan dia juga seorang seniman. Sambilannya sangat menarik yakni menjadi penghibur di kafe2, mall atau di hotel2 papan atas...lewat musik-musik yang dia tabuh dan lagu-lagu di nyanyikan. Dia bisa bernyanyi dan bisa memainkan musik apa saja dari Jazz yang terbaru hingga lagu2nya Inul pun dia bisa...

"Kapan dia berlatih itu semua..? Kapan dia menghafat lagu-lagu terbaru dan menurut kami sulit banget ditiru itu..?"

Kadang dia hanya meminjam kaset dari seorang kawan saya yang lain yang penggemar jazz...dia dengarkan 1-2 kali, membaca text inggrisnya sekilas....dan hasilnya dia bisa tampil membawakan lagu dengan applaus yang sangat bagus....wow...

Kepada kawan2 profesinya seniman maupun yang tahu mengenai seni, Penari, Penyanyi dan Pelukis, ketika secara langsung maupun tersamar saya bertanya
"Bagaimana mereka bisa menghasilkan sesuatu yang sangat bagus dan indah seperti itu..?"

Ternyata nasehat mereka hampir sama..!

"Jangan ragu menarik garis..semua lukisan indah, dan tidak ada lukisan yang salah.
Apapun yang kamu lukis kalau kamu melakukan dengan sepenuh hati, dan menurut kamu indah maka itu akan dilihat sebagai lukisan yang menawan dimata orang lain..."

"Jangan ragu untuk mengeluarkan suaramu, tidak usah berpikir jangan-jangan fales, jangan-jangan sember, indah apa tidak ya di telinga ditelinga orang lain..?Temen, apapun yang kamu nyanyikan, kalau kamu menyanyi dengan sepenuh hati...maka bersuara seperti apapun itu menjadi nada-nada yang indah pula ditelinga orang lain..."

"Jangan jangan membatasi gerakan tubuhmu dengan maksud agar terlihat elok dilihat orang lain..bergeraklah sesuka hatimu dan itulah tarianmu yang paling indah"

Ternyata semua ada garis merah...bisnis itu ibarat nyanyian, ibarat tarian, lukisan bahkan seperti sebuah petualangan...jangan terpengaruh oleh suara-suara sumbang mengenai remehnya komoditi yang anda jual...nikmatilah bisnisnya...

Rasakan nikmatnya bertemu dengan orang-orang yang berbeda, nikmati kehebatan anda menenteng kerupuk udang ke pelanggan anda, meski anda adalah lulusan MM Gadjah Mada, UI ITB, ITS atau Harvard misalnya...

Rasakan indahnya kata-kata anda ketika menerangkan produk yang anda bawa...
Meski pada akhirnya pembeli menggelengkan kepala, tegakkahlah kepala dan bersyukurlah..karena membuka mulut anda menerangkan dagangan anda adalah nkmat dan prestasi yang luar biasa...meski anda seorang dokter spesialis dan jualan anda di sela-sela kesibukan andalah jualan sprei atau bantal misalnya...

Saat ini saya menyaksikan banyak sahabat-sahabat yang berbisnis bak mereka menari, menyanyi dan berpetualang...tabungan mereka sudah besar, gaji mereka tinggi, dan seharusnya gengsi mereka lebih tinggi lagi..tapi tanpa malu-malu menenteng keripik singkong ke kantor...

Saya punya bos yang kaya raya di kantorku dulu yang memiliki beberapa apartemen dan di kontrak-kontrakkan mahasiswa-mahasiswa di Australia, namun begitu beliau masih pede membawa kue-kue dan ditawarkan kepada saya juga kantor....
"Ini adalah petualngan, bagian dari hidup saya yang tidak bisa dinilai dengan uang katanya.."

So kepada anda yang masih takut-takut, malu, di belenggu gengsi padahal sebenernya hati anda kepengen seperti ini..just do it...mulailah dan lakukanlah mulai sekarang...mulailah menari...apapun komoditi anda...kalau anda sudah bisa berbisnis laksana menari...meski saat ini komoditi yang anda jual hanya sandal jepit, suatu saat nanti anda bisa berbisnis apapun...!

Saya YAKIN akan hal ini...dan sudah membuktikannya.
Cobalah anda kontak istri saya...siapa menyangka istri saya saat ini bisa berbisnis sesuatu yang tadinya mustahil..yakni berbisnis TRIPLEK...!

Ya..TRIPLEK KAYU yang sering nempel di plafon kita.
Kok Bisa..? Berawal dari bisnis baju muslim dan selimut, karena menikmati petualangannya...tidak terasa dia menjadi piawai ngobrol dengan orang, meyakinkan customer, menghadapai komplain pelanggan dan sebagaianya...sehingga ketika pada suatu hari istri saya tidak sengaja main ke pabrik kayu lapis bersama kakak ipar saya, naluri bisnis mulai main...

"Boleh enggak ikutan masarin triplek anda..?" kata istri dan ini membuat saya kaget..tapi belakangan saya lebih kaget lagi karena istri bener-bener bisa berjualan triplek di kampung memasok ke toko2 material yang dimiliki engkong-engkong....dan mendapat hasil yang menurut di kampung sangat lumayan...!

Tahukah anda..? Jarak antara pabrik itu dengan toko engkong2 itu hanya sepeminum teh saja...tapi istri bisa ambil triplek di pabrik ukuran 3 mm misalnya, yang harganya 31ribu dan dijual 34ribu..!
Beda cuman 4 ribu..? Memang...tapi kalau satu toko sebulan belinya 500 lembar..? dan dilakukan hanya dengan main2..? dan di kampung yang sejuk dan dingin lagi..? apa enggak lumayan...? abis itu ambil barang ke pabriknya enggak perlu modal lagi, karena sudah ada donatur yang menjadi penyandang dana....apa enggak lebih lumayan lagi..?

Ya...semua berawal dari hal yang sepele....anggap bisnis anda sebagai petualangan yang paling indah dalam hidup anda...dan anda akan terkejut akan hasil didalamnya..

Semoga anda terinspirasi...


Salam Hangat..

Hadi Kuntoro
http://rajaselimut.com

Smile moon


Tadi malam,
Selepas Maghrib dan makan malam
Seperti biasa kunyalakan sebatang rokok
Lalu menikmati kerlip bintang di langit diatas beranda belakang rumah

Kemarin malam,
Dilangit yang gelap
Yang kulihat hanya dua bintang besar yang berdekatan
Dua bintang yang tak pernah terpisahkan

Tetapi tadi malam ada bulan sabit dibawahnya
Terlihat seperti seraut wajah yang sedang tersenyum
Seolah sedang memperhatikan tingkah kita
Seperti sedang mengajari kita
Agar selalu tersenyum walau dalam kegelapan

Semakin lama kunikmati pemandangan langka ini
Semakin terlihat jelas ada bulatan lain diatas sang bulan
Bulatan hitam yang perlahan bergerak menutupi senyum sang bulan

Gerhana,
Ternyata ada gerhana,
Gerhana dibalik senyuman sang rembulan

Langit terlihat lebih gelap,
Gadis kecilku bersorak-sorak kegirangan,
Tidak mau melepaskan pandangan dari bulan yang cahaya nya mulai meredup.
Luar biasa, fenomena alam yang luar biasa indahnya ini.
"Kenapa lama sekali matahari memakan bulan?"
"Bintang apa yang terang itu?"
"Kenapa bulan dimakan matahari?"
Rentetan pertanyaan gadis kecilku
Gimana neranginnya?
Untuk menjawab pertanyaan gadis kecilku.

@MIR